Kamis, 16 Desember 2010

Pacaran itu...

Sudah sore..
Kuusap kedua mataku yang letih karena terlalu lama berpandangan dengan layar laptop..
Pukul 4 sore, perpus sudah mau ditutup..

Aku pun bergerak dan membereskan perkakasku..
Saat aku berjalan melewati taman, aku melihat beberapa teman berjalan pulang dengan pasangannya masing2..
mungkin pacarnya, mungkin juga bukan..
(semoga itu ndak minjem pacar orang lain  :P)

jadi teringat, saat salah seorang teman pernah bertanya,
"Nad, pacaran itu apa, sih?"

Akupun menarik napas dan mulai berkisah panjang lebar..

"Mungkin banyak orang yang berkata, pacaran itu pendekatan..pacaran itu pemilihan, apapun itu, itu ndak salah..
yang pasti menurut Nad pacaran itu adalah Pilihan.

kamu mau pacaran ato enggak, itu pilihan kamu..

dan seperti semua hal yang merupakan pilihanmu, itu hak kamu..terlepas dari apapun alasan dibalik kamu menginginkan itu..

mungkin bener juga kalo di bilang pacaran itu masa pendekatan,
kamu pacaran karena kamu ingin mengenal seseorang (yang menurut kamu menarik) lebih dekat,
mengenal dia dalam sosok sejatinya, tanpa dia perlu berpura-pura

tapi hati2,
terkadang kita justru memaksakan suatu model "pacar idaman" kepada pacar kita..
sehingga ujung2nya kita mengubah dia jadi apa yang kita mau..
klo emang itu niatan kamu, mending ga usah pacaran ama manusia deh..
soalnya, jujur deh, emang ada yang suka selalu diedit seperti itu?

beberapa mungkin menjawab pacaran itu, adalah saat kita untuk belajar berbagi, belajar membuka diri, dan belajar mempercayai orang lain,,
bener banget!!

pacaran itu sering dikaitkan dengan cinta,
padahal gag mesti gitu juga kok..
banyak lho orang2 yang sebenernya cinta, tapi memilih untuk gag pacaran..
dan gag sedikit juga orang yang pacaran, walopun gag cinta..yah, sekedar have fun, maybe?
apa mereka salah?
enggak
karena itulah pilihn mereka.
itu yang mereka anggap benar.
dan itu yang mereka jalani.

intinya, yang namanya pacaran itu, gag harus selalu serius kok,,
ato harus dengan label "Dia Pacar Saya"
Jadikan pacaran itu pilihan, bukan sesuatu yang wajib hanya karena orang lain juga begitu..

sekali lagi Nad cuma mau menekankan, semua itu gag kamu dapatkan hanya dengan pacaran
pacaran itu cuma SATU diantara sejuta pilihan,
emangnya klo temenan aja gag bisa kayak gitu?
syapa bilang?

hehe

So make your own choice!!


NB: but don't ever regret the choice you've made.. :DD

Sabtu, 27 November 2010

memaknai hujan

"Tik-Tik-Tik bunyi hujan diatas genteng"

hari ini hujan..deras sekali..
bukan hal yang aneh jika terjadi di jogja..
beberapa minggu ini hujan mengguyur jogja hampir setiap sore..

sambil melirik jam di sudut laptop
saya mendesah, "yah, terpaksa ngebatalin janji, deh..lagi2 karna hujan.."

lalu saya pun mulai bergerak, mau ganti baju lagi karena gag jadi pergi
saat hendak beranjak, tatapan saya terhenti pada sosok bocah2 kecil yang hujan2an di luar sana
mereka tersenyum.
tampaknya mereka senang sekali saat rintik2 hujan membasahi tubuh lincah mereka

membuat saya teringat betapapun saya kesal pada hujan saat ini, ada banyak orang yang sangat2 menyukai hujan
mungkin bukan karena basahnya, atau repotnya kalo kehujanan.
 
seorang sahabat saya bilang, "aku suka hujan karena aroma yang tertinggal setelahnya, aroma tanah basah"

hemm, masuk akal juga. memang aroma yang menyenangkan ternyata.

mungkin kita udah sering liet ya, klo di tipi2 ato di film2 ada adegan yang perlu penekanan emosi tertentu, (klo memungkinkan) pasti 'dibikin' hujan sama sutradaranya,
karena ternyata, "hujan  itu punya efek memadatkan emosi" ujar salah seorang sineas ternama.

apapun alasannya, banyak orang yang suka hujan.
dan itu bukan sesuatu yang aneh, karena mereka punya alasan yang masuk akal.

saya sendiri juga sebenarnya suka hujan.
sungguh.
bahkan saat sedang kehujanan diatas motor bersama sahabat saya dan dia menawarkan saya untuk memakai jas hujan, saya selalu menolaknya.
mungkin untuk sebagian besar orang agak aneh ya
(syapa sih yang rela kehujanan??)
tapi saya lebih suka membiarkan tetes2 hujan itu mengenai saya
membuat saya kebasahan, haha

kadang2 ada yang bertanya, "Nad, kenapa si kamu suka banget 'hujan2an'? kan gag enak..basah..dingin"
waktu itu sya hanya menjawab, "karena rasanya menyenangkan, seperti semua beban yang kamu bawa itu larut sama tiap tetes hujan"
memang begitu rasanya.
pasti akan lebih menyenangkan kalo tidak hanya sekedar "rasanya", tapi benar2 terjadi.

ga cuma itu sebenarnya..
ngaku deh, pasti banyak banget diantara kita yang punya minimal satu kenangan yang ada kaitannya sama hujan, entah itu kenangan bagus ato jelek, yang pasti sampe saat ini masih kita inget2 terus..
dan setiap kali hujan kita jadi keinget sama momen itu.
tuh,
hujan membantu kita untuk ga melupakan momen2 berharga dalam hidup kita, kan?

Tampaknya anak2 diluar sana sudah letih bermain hujan, atau mungkin sudah dipanggil ortunya masing2.
ah,
sepertinya saya tadi melamun.
jadi ingat klo masih banyak kerjaan lain yang menanti untuk diselesaikan.

sambil memandang hujan yang tinggal gerimis, sayapun berlalu
sambil terus mendengar suara rintiknya yang terdengar merdu

"everybody wants happiness, nobody wants pain
but you can't have a rainbow without a little rain"

Selasa, 16 November 2010

Bagilah apapun yang engkau bisa bagikan..

"mbaa, minta uang, mba..untuk makan..sedikitt saja"
ucapan ini keluar dari mulut mungil seorang bocah balita yang menggenggam kaleng kecil di tangannya. Ia berjalan di perempatan lampu merah, tanpa alas kaki, padahal saat itu sedang tengah hari..sedang panas2nya.
Ia menghampiri satu demi satu para pengendara kendaraan bermotor berulang2 mengucapkan hal yang sama.
Tapi coba ngaku deh, berapa orang sih dari kita yang bersedia memberi?

Berbagi.

sebuah kata kerja yang simpel, tapi kadang2 (jujur nih) susaaaaaaahhh banget mengerjakannya.. >_<

kenapa ya?

Padahal kita punya banyak hal yang bisa kita bagikan,
baik itu berwujud materi maupun non-materi.

salah seorang dosen saya pernah berkelakar,
"Kalian tahu gag kenapa Tuhan menciptakan lampu merah (bangjo) yang ada peminta2nya ?"
"Karena Tuhan ingin mengingatkan manusia untuk berhenti sebentar dan berbagi dengan saudara2nya yang kurang mampu, supaya manusia itu sadar bahwa sebesar apapun gaji yang diperolehnya, didalamnya terdapat 'jatah' untuk saudara2nya yang kurang mampu"

Tuh, kan..
Padahal banyak sekali loh, yang mebutuhkan bantuan kita.

Misalnya, teman2 kita yang belum bisa menikmati bahagianya berada dirumah, dan masih harus mengungsi di tempat2 pengungsian karena rumahnya dan sekolahnya masih tertutup abu dari merapi..

Gag harus berupa materi kok,,

kita bisa aja bantu2 sesuai kemampuan kitaa

misal, bantuin ngajar anak2 diSekolah Ceria biar adek2 pengungsi gag melulu bosen, dan cuma menghabiskan waktu untuk menunggu jam makan..gag usa susah2, diajak nyanyi2 aja mereka udah seneng kok.. :)

ato buat yang anak farmasi (seperti saya :)) bisa bikin kerja sama bareng temen2 dari fakultas kesehatan yang lain untuk memperkuat barisan Posko Kesehatan di daerah2 pengungsian

gag ada salahnya juga lho, memberikan hiburan buat mereka, misalnya konser amal bareng temen2 band dari SMA-SMA lain

banyak banget kan yang bisa kita lakukan untuk meringankan beban di hati dan pikiran mereka..

selain kita bermanfaat untuk orang lain, percaya deh, setelah kita ngebantu orang lain untuk menikmati hidupnya, kita juga akan merasakan hidup yang lebih hidup..

sekedar cerita intermezzo nii..klo ikut jaga di posko kesehatan, kita gag cuma dapat pengalaman aja, tapi juga:
a. jadi makin familiar sama nama2 obat
b.dapat temen baru^^
c. sekalian latihan konseling kefarmasian sama pasien beneran (ihwaw)
d. bikin kita lebih mencintai profesi kita   :)

Intinya, kita bisa berbagi dalam hal apa saja ,kok
apalagi klo kita ikhlas membaginya, pasti yang nerima juga ikhlas nerimanya.
(hehe, jadi inget salah satu iklan provider, "Ikhlaslah menolong sesama"  :D)

jadi, gag ada lagi dong alasan kenapa kita gag bisa berbagi?

"Yang kaya bukan mereka yang memiliki banyak,melainkan mereka yang memberi banyak"
-Erich Fromm-

Jumat, 12 November 2010

Tentang tomat yang menggelinding

Nadya-Si Tomat Bulat Merah Yang Menggelinding

mungkin sebagian tmen2 akan mengerutkan kening melihat nama yang saya cantumkan di blog ini..
Kenapa Tomat?
Kenapa Bulat?
Kenapa Merah?
dan Kenapa harus menggelinding?
>_<

okey, akan saya jelaskan satu-satu

Kenapa Tomat?
Karena menurut salah satu kerabat kerja saya, sebut saja mba anindyajati, pernah mengatakan bahwa saya mirip tomat, apalagi klo mukanya lagi merah..wuooohh..tomat puoooolll.. haha

Tapi saya sendiri memaknai lebih dalam mengenai "tomat-tomatan" ini.

Tomat ternyata memang sesuatu yang paling pas untuk menggambarkan diri saya yang sebenarnya. Tomat seperti yang kita tahu, adalah benda yang gag jelas..masih banyak orang yang masih memperdebatkan Tomat itu sayur atau buah..
Begitu juga saya..mungkin karena saya yang suka aneh2 dan doyan jejingkrakan..beberapa teman saya sempat mengira klo saya adalah tipe cewek yang maskulin, padahal dibalik kemaskulinan itu, saya juga punya sisi feminin yang doyan masak dan jahit2..
(kata teman saya, sebut saja Asa, saya tergolong tipe "Cewek Tomboy Campuran" -> haha, kayak bulutangkis aja..ganda campuran.. :D)

Kenapa Bulat?
alasan yang sangat simpel : Karena bulat itu adalah bentuk yang sempurna.. (katanyaaa siiihh)
dan sesuai dengan karateristik orang bergolongan darah A pada umumnya, saya adalah orang yang mencintai kesempurnaan a.k.a perfeksionis..wkwkwkwkwk

Kenapa Merah?
Dalam hidup, biasanya warna merah dikaitkan dengan sesuatu yang Berani.
Tapi menurut filosofi saya, merah punya arti yang lebih dari sekedar keBeranian.
Merah adalah Semangat. SEMANGAT !
Semangat yang bukan hanya menyala dalam diri saya sendiri..tapi seperti sebatang lilin yang menyala, saya akan berusaha menyalakan lilin2 semangat lain untuk menerang dunia yang sudah semakin meredup.. *halahh

dan filosofi yang terakhir..

Kenapa Menggelinding?

hmm..agak sulit memikirkan analoginya,,
yang saya bayangkan adalah..saya akan terus dan terus mengelilingi dunia hidup ini. Gag cuma saya, semua orang bahkan.

Tapi menggelinding tidak sama dengan berjalan.

jika berjalan kita akan terhalang oleh letih, takut akan adanya masalah, dan takut nyasar, sedangkan menggelinding, lebih ke sesuatu yang unstoppable. Itu yang ingin saya tekankan.

memang, Tuhan tidak memberi kita hidup yang lurus2 saja, tapi bukan berarti setiap ada masalah kita harus berlari menghindarkan?
menggelindinglah, kawan..menggelindinglah engkau dan lewati masalah itu..selesaikan dan jangan berikan ia kesempatan untuk menghadangmu lagi di jalan yang lain.

Hahaha..
Postingan pertama ini, kita pake buat narsis2an dulu kali yahh..
besok2 insyaallah akan kita isi dengan hal2 yang lebih bermanfaat.

Salam Semangat!!  :)